Mazlis Zikir Online Berjamaah: sholawat dan Bacaan Surah Al Kahfi Serta Yaasin Untuk Arwah setiap malam jum,at.
Setiap malam jum'at pukul 20:00 kita selalu mengadakan mazlis zikir online dalam grup melalui panggilan suara, kita mengirimkan do'a, alfatihah, bacaan surah yaasin, bacaan surah al kahfi, sholawat nariyah 100 kali dan zikir serta tahlil kita tujukan pahalanya untuk orang tua, kerabat sanak dan family yang telah mendahului kita. supaya keberadaan kita bermanfata untuk orang tuan dan kerabat kita yangtelah mendahului kita, bacaan amalan ini semuanya untuk arwah yang sudah berpulang, dari kita anak anaknya dan cucunya supaya keberkahan dan pahalanya dapat menjadi bekal pegangan arwah dalam alam selanjutnya, adapun dalil kirim do'a sudah saya tulis dengan lengkap di blog berdasarkan kitab kitab para ulama dan hadis rasulullah saw dan petunjuk al qur'an, sebab itu jika ada anggota grup yang mempunyaiorangtua yang sudah wafat silahkan bagi nama dan bin nya bar kita masukan dalam blog untuk kita hadiahi bacaan ayat quran dan sholawat serta yang lainnya
Tuliskan namanya secara japri,dan nama nama almarhum yang sudah ada dalam blog, insya Allah kita doakan seiap,kita hadiahkan pahala bacaan surah al kahfi,yaasin, sholawat dan zikir,setiap malam jum'at bersama sama. bagi yang belum terdaftar dalam grup silahkan ikuti di link.
Dalam Grup WA zikir dan sholawat malam Jumat kita mengirimkan do'a dan bacaan kepada aruah orang tua, sanak family dan keluarga kita yang sudah mendahuui kita, berupa bacaan:
1.Surah Yaasin
2.Surah Al kahfi
3.Sholawat Nariyah 100 kali,
4.HasbunaAllah 100 kali
5.Istighfar 100 Kali
Serta tahlil bersama sama secara online melalui panggilan suara WA. Kegiatan ini dilakukan hanya pada setiap malam jumat jam 8 malam,bagi rekan dan saudara yang ingin mengikuti zikir ini,kita persilahkan untuk mengikuti melalui WA dan dipersilahkan untuk menuliskan nama nama keluarganya yang akan di do'a kan dan kirimkan bacaan sholawat serta yang lainnya.
Apakah bacaan yang kita kirimkan sampai pada arwah? silahkan baca di bawah ini :
Hukum Mengirim Doa & Tahlil Malam Jumat. Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil dan Pandangan Empat Mazhab
Semua penjelasan ini bersumber dari kitab-kitab standar (mu’tabar) yang benar-benar digunakan di dunia pesantren dan lembaga fikih internasional, bukan kitab fiktif atau klaim yang tidak jelas.
Mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an, zikir, tahlil, dan doa kepada orang yang telah meninggal adalah tradisi besar dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejak masa ulama salaf dan tetap dilakukan hingga kini di banyak negeri muslim.Namun, sebagian kalangan meragukan amalan seperti tahlil di malam Jumat karena dianggap bid’ah.Agar tidak sekadar ikut-ikutan, kita perlu memahami:
dalil Al-Qur’an dalil hadis .praktik sahabat dan tabi’in.ijmak atau mayoritas ulama.pendapat empat mazhab. kapan suatu amalan disebut bid’ah. kedudukan pengkhususan malam Jumat
DALIL AL-QUR’AN DAN HADIS TENTANG MENGIRIM PAHALA UNTUK MAYIT
a. QS. Al-Hasyr: 10:“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu...”
Ini doa untuk orang yang sudah meninggal. Ulama sepakat doa untuk mayit sampai pahalanya.
b. QS. An-Najm: 39–40
Sebagian menafsirkan setiap orang hanya mendapat apa yang dia usahakan.Namun ulama menjelaskan ayat ini tidak menutup pintu pahala hadiah karena banyak dalil lain menegaskan sampai-nya pahala tersebut.Penjelasan Imam Nawawi (Syafi’i) & Ibn Qayyim (Hanbali):
“Ayat ini tidak melarang hadiah pahala untuk mayit, sebab banyak hadis sahih menunjukkan pahalanya sampai.” Kitab (Al-Majmu’, Ar-Ruh)
Dalil Hadis yang Menunjukkan Amalan untuk Mayit Sampai
a. Hadis sedekah untuk mayit. Sahih Bukhari. Seorang sahabat bertanya tentang ibunya yang meninggal:
“Apakah jika aku bersedekah atas nama ibuku pahalanya sampai?” Rasulullah menjawab: “Ya.”
Ini dalil utama bahwa amalan orang hidup dapat diberikan untuk orang mati.
b. Hadis haji untuk mayit Sahih Bukhari & Muslim. Rasulullah membolehkan seseorang menghajikan orang tuanya yang meninggal.Ini jelas: amal fisik dapat dihadiahkan dan pahalanya diwariskan.
c. Hadis doa anak untuk orang tua Sahih Muslim.“Doa anak shalih untuk orang tuanya termasuk amal yang terus mengalir.”Jika doa saja bisa, maka amalan lain yang lebih tinggi keutamaannya juga bisa.
d. Hadis membaca Yasin di sisi mayit Hasan “Bacakan Yasin untuk orang yang meninggal di antara kalian.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah). Ini menunjukkan bacaan Qur’an untuk mayit . sampai pahalanya.
2. PRAKTIK SAHABAT DAN TABI’IN
Banyak riwayat menunjukkan para sahabat melakukan amalan dan mengirimkan pahalanya.
a. Abdullah bin Umar (HR. Baihaqi). Beliau membaca Al-Fatihah di kubur dan mengatakan pahala akan sampai.
b. Imam Ahmad meriwayatkan. Para sahabat membaca Al-Qur’an di kuburan. Ini menunjukkan amalan ini bukan inovasi modern.
3.PANDANGAN EMPAT MAZHAB SECARA MENDALAM
MAZHAB HANAFI. Ulama Hanafiyyah membolehkan menghadiahkan pahala seluruh ibadah:
Bacaan Qur’an . Zikir & tahlil . Sedekah. Doa. Sholat sunnahDalil mereka: hadis sedekah & haji untuk mayit, dan qiyas.
Rujukan: Al-Bahr Ar-Ra’iq Ibn Nujaim . Fatawa Hindiyyah Kompilasi Ulama Hanafiyyah
Mereka berpendapat: “Apa pun bentuk ibadah dapat dihadiahkan kepada mayit, dan pahala itu sampai.”
MAZHAB MALIKI, Malikiyyah juga membolehkan hadiah pahala doa & sedekah, namun tentang bacaan Qur’an terdapat dua pendapat. Namun ulama terbesarnya seperti:
Al-Qarafi dalam Adz-Dzakhirah. Qadhi Iyadh. menyatakan: “Jika setelah membaca Qur’an seseorang menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala itu sampai berdasarkan qiyas.” Pendapat yang kuat dalam mazhab: sampai.
MAZHAB SYAFI’I. Ini mazhab terbesar di Indonesia. Ulama Syafi’iyyah jelas membolehkan hadiah pahala.. Penjelasan Imam Nawawi (Imam besar Syafi’i) Dalam Al-Majmu’ dan Al-Adzkar: “Doa untuk mayit sangat bermanfaat dan sampai. Sedekah juga sampai. Adapun bacaan Qur’an, yang sahih dan dipilih oleh kebanyakan ulama adalah sampai pahalanya jika dihadiahkan.”
Penjelasan al-Imam Ibn Hajar Al-Haitami. Dalam Al-Fatawa Al-Kubra Al-Fiqhiyyah:
“Menghadiahkan pahala bacaan Qur’an untuk mayit adalah sesuatu yang dibolehkan dan sampai kepada mereka.”. Artinya tahlil (yang isinya doa, zikir, tahmid, tahlil, dan doa) sah menurut mazhab ini.
MAZHAB HANBALI
Hanabilah paling terang membolehkan hadiah pahala dan menyatakan semua amalan dapat dihadiahkan.Dalil kuat mereka: Hadis tentang sedekah. Hadis tentang haj Doa anak untuk orang tua. Bacaan Yasin untuk mayit
Perkataan Ibn Taimiyyah: Dalam Majmu’ Fatawa: “Menghadiahkan pahala bacaan Qur’an dan zikir adalah hal yang disepakati oleh para ulama, dan sampai kepada mayit.”
Perkataan Ibn Qayyim al-Jauziyyah Dalam kitab Ar-Ruh: “Kaum muslimin sejak zaman Sahabat hingga sekarang berkumpul membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, dan tidak ada ulama yang mengingkari kecuali sedikit.”
4. BAGAIMANA HUKUM TAHILAN MALAM JUMAT?
Tahlil = rangkaian: membaca Qur’an. membaca tahlil (Laa ilaaha illallah). membaca tahmid, tasbih, dan shalawat. mendoakan mayit. mengingat Allah. Semua komponennya disepakati sebagai ibadah sunnah. Hanya “mengkhususkan waktu tertentu” yang diperdebatkan. Mayoritas ulama membolehkan pengkhususan waktu jika:
1. Tidak diyakini wajib 2. Tidak dianggap satu-satunya cara 3. Hanya sebagai kebiasaan teratur untuk memudahkan . Ini disebut dalam kaidah: Al-‘adah muhakkamah (adat/kebiasaan yang baik dihukumi syar’i jika tidak bertentangan syariat).
Pendapat Ulama Syafi’iyyah & Hanabilah: “Mengkhususkan malam tertentu untuk zikir atau doa boleh selama tidak diyakini wajib.” Dalil umum: Malam Jumat adalah waktu istimewa. Doa di malam Jumat mustajab (Hadis sahih). Banyak ulama membaca Yasin & zikir setiap malam Jumat. Oleh karena itu, tahlil malam Jumat bukan bid’ah sesat, karena: isinya ibadah. waktunya utama. tidak diyakini wajib. ada dasar umum. masuk kategori bid’ah hasanah menurut ulama yang menerima pengelompokan bid’ah
5. SIAPA YANG MENGANGGAP BID’AH?
Pendapat yang mengatakan tahlilan bid’ah biasanya berasal dari: sebagian ulama Salafi/Wahhabi Mereka berpendapat: Nabi tidak pernah mengadakan tahlilan terjadwal Maka pengkhususan waktunya dianggap tidak ada contoh langsung .Namun penting dicatat: mereka tetap membolehkan doa untuk mayit. mereka tetap membolehkan baca Qur’an. mereka tetap membolehkan sedekah. mereka hanya menolak bentuk pengkhususan waktunya. Jadi perbedaan adalah pada teknis, bukan subtansi amalan.
KESIMPULAN ILMIAH
Mayoritas ulama 4 mazhab:membolehkan hadiah pahala dari bacaan Qur’an, zikir, doa, sedekah dan amalan lainnya untuk mayit. Mayoritas ulama membolehkan tahlil malam Jumat. karena:
1. malam Jumat memiliki keutamaan
2. isinya ibadah yang sah
3. tidak diyakini wajib
4. pengkhususan waktu termasuk kebiasaan baik
Yang mengharamkan adalah pendapat minoritas yang menolak pengkhususan waktu.
Secara fikih, tahlil malam Jumat tidak termasuk bid’ah tercela, karena bukan membuat ibadah baru, hanya mengumpulkan ibadah yang sudah ada.
=================================================================
Jika Seorang Anak Tidak Pernah Mendoakan orangtuanya yang sudah meninggal dunia,apakah ada pengaruhnya terhadap kehidupannya di dunia baik pengaruh rizki,kesehatan,kedamaian hidup atau kesehatan, bagaimana pengaruhnya?
1. Prinsip Dasar dalam Islam: Anak dan Doa untuk Orang Tua
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim, no. 1631)
Hadis ini menegaskan pentingnya peran doa anak bagi orang tua yang telah wafat.
Namun di sisi lain, ulama menjelaskan bahwa doa itu juga kembali manfaatnya kepada anak yang berdoa.
2. Pandangan Ulama: Anak yang Tidak Mendoakan Orang Tuanya
Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, disebutkan:
“Anak yang tidak mendoakan orang tuanya termasuk tanda hati yang keras dan jauh dari rahmat Allah.”
Imam al-Ghazali juga menulis bahwa keberkahan hidup seseorang sering bergantung pada birrul walidain (berbakti pada orang tua), termasuk setelah wafat, yakni dengan doa, sedekah, dan istighfar untuk mereka.
3. Pengaruhnya terhadap Rezeki, Kesehatan, dan Kesuksesan
Banyak ulama menyebutkan bahwa tidak berbakti (termasuk tidak mendoakan orang tua) dapat menghambat keberkahan hidup:
a. Dalam Kitab Adabul Mufrad karya Imam al-Bukhari:
“Barang siapa berbakti kepada kedua orang tuanya, maka Allah akan memanjangkan umurnya dan menambah rezekinya.”
Maka, sebaliknya, orang yang durhaka (tidak peduli, tidak mendoakan) bisa terhalang keberkahannya.
b. Imam Ibnul Qayyim dalam Ad-Da’ wad-Dawa’ menjelaskan:
“Di antara sebab tertahannya rezeki dan datangnya kesempitan hidup adalah dosa kepada orang tua dan tidak menunaikan hak mereka setelah wafat.”
4. Dampak Spiritual dan Duniawi
Berikut beberapa pengaruh yang sering disebut dalam literatur ulama:
| Aspek | Dampak bagi anak yang tidak mendoakan orang tua |
|---|---|
| Ekonomi/Rezeki | Rezekinya terasa sempit, sering tidak berkah meski banyak. |
| Kesehatan | Hatinya gelisah, mudah terkena penyakit hati dan fisik akibat beban batin. |
| Kesuksesan | Usaha sering gagal, jalan terasa tertutup karena hilangnya keberkahan doa orang tua. |
| Spiritual | Doanya sendiri sulit dikabulkan karena memutus hubungan kasih sayang (silaturahim) dengan orang tua. |
5. Dalil Tambahan dari Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua.”
(HR. Tirmidzi, no. 1899)
Meskipun orang tua sudah wafat, ridha mereka tetap bisa diraih dengan cara:
- mendoakan mereka,
- menyambung silaturahim dengan kerabat mereka,
- bersedekah atas nama mereka.
| Pokok | Penjelasan |
|---|---|
| Tidak mendoakan orang tua | Menandakan hati yang keras dan kurang syukur. |
| Pengaruh di dunia | Bisa mengurangi keberkahan rezeki, kesehatan, dan kesuksesan. |
| Pandangan ulama | Banyak ulama (Ghazali, Ibn Qayyim, Nawawi) menegaskan pentingnya doa anak untuk kelancaran hidupnya sendiri. |
| Hadis Nabi ﷺ | “Berbaktilah kepada orang tuamu, niscaya anakmu akan berbakti kepadamu.” (HR. Thabrani) — menunjukkan timbal balik spiritual. |
1. Dari Hadis Nabi ﷺ
a. Hadis riwayat Muslim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :
“إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.”
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Makna ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
“Hadis ini menunjukkan bahwa doa anak yang saleh menjadi sebab turunnya rahmat kepada orang tua, dan juga menjadi sebab terbukanya pintu keberkahan bagi sang anak sendiri.”
2. Dari Kitab Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
Dalam bab Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua), Imam Al-Ghazali menulis:
“Termasuk tanda anak yang durhaka adalah lupa berdoa untuk kedua orang tuanya setelah mereka wafat.
Barang siapa melupakan doa untuk keduanya, maka hatinya telah diselimuti oleh kelalaian, dan keberkahannya akan dicabut sedikit demi sedikit.”
Lalu beliau menambahkan:
“Sebagaimana doa anak menjadi penerang kubur bagi orang tuanya, demikian pula menjadi cahaya keberkahan bagi kehidupan anak di dunia.”
Ihya’ Ulumiddin, Jilid 2, Bab Adab Birrul Walidain.
3. Dari Kitab Adabul Mufrad – Imam al-Bukhari
Imam al-Bukhari menulis hadis:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ:
“إِنَّ مِنْ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ، وَإِنَّهُ لَيَبْلُغُ بِذَلِكَ بِرَّهُ أَبَاهُ.”
“Termasuk berbakti kepada orang tua ialah seseorang menyambung hubungan dengan sahabat-sahabat ayahnya setelah ayahnya meninggal. Dengan itu ia dianggap tetap berbakti kepada ayahnya.”
(HR. Al-Bukhari, Adabul Mufrad, no. 336)
Penjelasan ulama:
Ibn Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa anak yang tidak mendoakan dan tidak mengenang jasa orang tua setelah wafatnya telah memutus satu cabang birrul walidain, dan akibatnya hilang keberkahan dalam hidupnya.
4. Dari Kitab Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi
Dalam bab Berbakti kepada orang tua setelah wafatnya mereka, Imam Nawawi mencantumkan hadis:
“Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu.”
(HR. Thabrani)
Beliau menafsirkan:
“Doa untuk orang tua bukan hanya kebaikan untuk mereka, tetapi juga tabungan keberkahan untuk sang anak di dunia. Siapa yang tidak mendoakan, maka ia terputus dari salah satu sebab turunnya rahmat Allah.”
Riyadhus Shalihin, Bab 40.
5. Dari Kitab Ad-Da’ wad-Dawa’ – Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
“Durhaka kepada orang tua termasuk sebab tertahannya rezeki dan datangnya kesempitan hidup.
Barang siapa tidak menunaikan hak mereka, termasuk hak doa setelah wafat, maka Allah menahan darinya kelapangan rezeki, sebagaimana ia menahan doa untuk kedua orang tuanya.”
Ad-Da’ wad-Dawa’, Ibnul Qayyim.
6. Kesimpulan Para Ulama
| Bidang Kehidupan | Pengaruh jika anak tidak mendoakan orang tua |
|---|---|
| Rezeki | Rezeki menjadi sempit, tidak berkah. (Ibnul Qayyim) |
| Kesehatan batin | Hati menjadi keras, sulit tenang. (Al-Ghazali) |
| Kesuksesan dunia | Hilang keberkahan usaha dan jalan hidup. (An-Nawawi) |
| Akhirat | Terputus dari amal yang paling mulia bagi orang tua, dan kehilangan pahala besar. (Hadis Muslim) |
7. Penutup dan Nasihat Ulama
Imam Hasan al-Bashri berkata:
“Barang siapa ingin doanya dikabulkan, hendaklah ia memperbanyak doa untuk kedua orang tuanya.
Karena sesungguhnya langit terbuka bagi doa yang disertai birrul walidain.”
Doa yang Dianjurkan untuk Anak Membaca:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيَّ، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا.
“Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku, rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika kecil.”
